Ciri Kucing Yang Sekarat

Posted on

Semua hewan menunjukkan beberapa tanda saat akhir hidupnya sudah dekat, tanpa terkeculi juga kucing.

Bagaimana Mengenali Kucing Sedang Sekarat

Kematian tentunya akan terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Sulit untuk menyaksikan kucing tercinta kita berada disisa hidupnya. Ada kemungkinan kucing akan mati secara tak terduga atau saat mereka tertidur.

Apa yang kucing lakukan ketika mereka sekarat dapat bervariasi, tetapi banyak kucing akan menunjukkan perilaku dan tanda tertentu sebelum mereka meninggal.

Beberapa tanda umum kucing yang sekarat adalah perubahan temperamen prilaku yang tidak biasanya, sering menyendiri atau bersembunyi, hilangnya nafsu makan dan minum, serta perubahan fisik mereka.

Perubahan penampilan dapat mencakup bulu yang kusam, kusut, urin atau feses pada bulu mereka, mata melebar atau mengkilap, kurang berkedip dan mata cekung. Kucing yang sekarat juga sering mengalami kejang dan sulit bernapas.

Perubahan Kepribadian

Seekor kucing yang sakit dan sekarat akan sering mengalami perubahan kepribadian yang drastis. Jika dia dulunya kucing yang suka heboh, sekarang bisa menjadi pendiam dan marah jika kamu mencoba sentuh.

Ini mungkin karena si kucing kesakitan dan tidak ingin disentuh. Di sisi lain, beberapa kucing yang penyendiri ketika mereka sehat, berusaha mendekati pemilik saat kematian semakin dekat.

Gejala ini yang sulit untuk ditafsirkan karena banyak penyakit yang tidak mengancam jiwa juga dapat menyebabkan perilaku ini.

Bersembunyi

Kucing tampaknya memiliki kemampuan untuk mengetahui bahwa mereka akan mati. Seekor kucing yang sakit sering mulai mencari tempat yang nyaman baginya, namun jauh dari pemiliknya.

Kucing yang terbiasa di luar, bisa jadi masalah. Kucing akan sering mencari tempat yang teduh, seperti di bawah semak-semak, rerumputan atau di bawah kendaraan. Jika hewan peliharaan kamu yang sakit tiba-tiba menghilang, periksa area-area ini sekitar rumah kamu terlebih dahulu.

Kucing yang tinggal di rumah akan menunjukkan perilaku yang sama, mencari tempat yang sejuk dan gelap untuk tempat istirahat. Tempat persembunyian di rumah termasuk di bawah tempat tidur, gudang, kamar, atau di lemari.

Seekor kucing yang sekarat bahkan bisa jadi tidak keluar ketika waktunya makan, minum atau buang air.

Perubahan Makan

Kucing yang sakit atau sekarat akan menghindari makanan dan minum. Perlu dicatat, bahwa kucing yang tidak makan sama sekali, belum tentu si kucing sekarat. Kucing ini mungkin hanya butuh pertolongan.

Kucing sesekali dapat menolak makanan satu atau dua kali jam makan, seekor hewan yang belum makan dua atau tiga kali berturut-turut harus dibawa ke dokter hewan untuk diperiksa.

Kurang nafsu makan bukan berarti kucing kamu sekarat, tetapi harus waspada bila ada gejala lainnya.Gangguan pencernaan bisa menyebabkan nafsu makan yang buruk, sembelit, diare atau muntah,

Perubahan Penampilan

Seekor kucing yang mendekati sisa hidupnya biasanya akan terlihat tidak terawat. Si Kucing tidak akan memiliki energi untuk merawat dirinya sendiri seperti biasanya. Selain itu, bulunya bahkan bisa sedikit-sedikit rontok atau langsung rontok banyak.

Saat kucing sangat lemah, ia akan buang air kecil mengenai dirinya, sehingga memicu baru dan bulu yang kusut tak terawat.

Selain penampilan yang terlihat sakit, mata kucing bisa melebar saat hampir mati. Dalam kasus lain, kucing mungkin tampak buta atau matanya sayu. Jika dia mengalami dehidrasi parah, matanya mungkin juga memiliki penampilan cekung. Kucing tidak berkedip ketika disentuh dekat sudut matanya.

Kejang

Salah satu tanda yang diperlihatkan oleh beberapa kucing yang sekarat adalah serangkaian kejang. Ini adalah salah satu alasan mengapa pemilik hewan peliharaan harus membawa kucing mereka tempat yang aman dan nyaman ketika mereka hampir mati.

Seekor kucing yang mengalami kejang mungkin mengeong dan melemparkan kepalanya ke belakang, membuat lengkungan yang tampak tidak nyaman. Si Kucing mungkin mengalami satu atau dua kali kejang ini selama beberapa jam sebelum ia mati.

Pola Pernafasan

Napas kucing bisa berubah saat dia sekarat. Beberapa hewan akan terengah-engah selama jam-jam terakhir mereka. Kucing dapat menjaga mulutnya terbuka dengan lidah keluar. Menjelang kematiannya, beberapa kucing akan mengeluarkan suara kecil saat sistem pernapasan mulai berhenti berfungsi.

Jika seekor kucing terengah-engah dan melemparkan dirinya sendiri ke sekeliling atau berguling-guling, ia berada dalam kesakitan dan mungkin akan mati. Pada penyakit lain, kucing mungkin memiliki napas agonal, yang merupakan kejang di mana jantungnya mungkin sudah berhenti, tetapi otot-otot pernapasan masih berkedut karena gagal otot.

Kondisi yang tidak bisa disembuhkan

Beberapa kondisi yang tidak bisa dilakukan perawatan dan kecil kemungkinan untuk sembuh :

  • Sakit parah
  • Kanker yang tidak dapat diobati tanpa prosedur invasif
  • Gangguan pernapasan
  • Kondisi medis apa pun di mana kamu atau si kucing tidak dapat membuatnya bersih dari air seni atau tinja
  • Penyakit sistemik seperti gagal ginjal, pankreatitis, penyakit jantung, atau kanker di mana si kucing tidak merespons pengobatan, terutama jika kualitas hidupnya tidak baik.

Merawat Kucing yang Sekarat

Kucing sering meninggal tanpa ada yang tahu. Untuk pemilik yang tahu bahwa akhir hidup kucing sudah dekat, dapat melakukan perlakuan ekstra disisa umur si kucing.

Kadang-kadang, membawa kucing ke dokter hewan bukan pilihan. Dalam kasus ini, membuat hewan itu aman dan nyaman adalah hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuknya.

Jika mempunyai kandang yang besar, tempatkan kucing di dalamnya bersama dengan air, makanan, tempat tidur empuk dan kotak buang air.

Follow dan like kami di :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *