Gejala-Gejala Kucing Rabies dan Cara Menanganinya

Posted on

Waspadai terhadap tanda-tanda rabies pada kucing, terutama jika kucing kamu baru-baru ini digigit binatang liar, kucing atau anjing yang tidak dikenal.

Rabies adalah virus mematikan yang menyebar melalui air liur ketika hewan yang terinfeksi menggigit.

Mengetahui tahapan dan tanda gejala Rabies dapat membantu menjaga keluarga kamu dari bahaya penyakit rabies.

Tahapan Rabies Kucing

Setiap tahap rabies pada kucing memiliki ciri perilaku dan gejala tertentu.

Mengetahui gejala umum dari setiap tahap akan membantu kamu mengenali apa penyakitnya.

Jika diduga kucing peliharaan kamu mengidap rabies, segera bawa ke dokter hewan.

Terdapat 3 tahapan rabies yang dapat diidentifikasi dengan gejala sebagai berikut :

Prodromal Phase – Fase Prodromal

Tahap pertama rabies disebut fase Prodromal yang berlangsung selama satu hingga tiga hari.

Gejala pertamanya termasuk:

  • Demam yang melonjak tinggi
  • Berprilaku aneh
  • Temperamen yang berubah
  • Air liur yang berlebihan
  • Pelebaran pupil
  • Menyendiri
  • Kehilangan selera makan
  • Menggigit benda-benda
  • Menggaruk di lokasi gigitan

Perubahan temperamen seperti kucing yang penyendiri tiba-tiba melompat ke pangkuan dan ingin dielus-elus.

Kucing yang sebelumnya selalu dalam pelukan kamu mulai menggeram dan berlari menjauh.

Furious Phase – Fase Furious

Tahap kedua rabies disebut fase Furious. Tahap ini biasanya dimulai pada hari kedua atau ketiga.

Selama tahap ini kucing akan menampilkan perilaku yang semakin tidak menentu. Misalnya, ia mungkin mulai memakan benda yang tidak bisa dimakan seperti batu atau tongkat.

Perilaku lain yang mungkin kamu lihat pada tahap rabies ini meliputi:

  • Berkeliaran
  • Hipersensitif terhadap stimulus lingkungan
  • Perilaku agresif atau kekerasan
  • Mudah marah
  • Menggigit dirinya sendiri
  • Menggigit udara
  • Kurang peka atau kurang merespon
  • Kejang
  • Menggeram
  • Gemetar
  • Kurangnya koordinasi otot, kadang berjalan aneh

Paralytic Phase – Fase Paralytic

Tahap ketiga rabies adalah tahap Paralytic, juga disebut sebagai fase Dumb. Kucing akan menjadi depresi dan tidak responsif. Gejala lain termasuk:

  • Berbusa di mulut
  • Terlihat lemah
  • Sesak napas
  • Tersedak
  • Kegagalan pernapasan
  • Koma
  • Kelumpuhan yang pada akhirnya menyebabkan kematian

Vaksin Rabies

Penyakit Rabies dapat ditangani. Jika kucing kamu menerima vaksin rabies secara teratur, mereka tidak akan rentan terhadap rabies.

Vaksin ini biasanya diberikan ketika kucing yang berusia sekitar tiga bulan dan suntikan booster satu tahun sesudahnya. Setelah itu, vaksin diberikan setiap satu hingga tiga tahun.

Meskipun kucing kamu divaksinasi rabies, mereka harus segera diperiksa oleh dokter hewan jika dicuriga mengidap rabies.

Kucing tersebut akan menjalani observasi karantina selama sekitar sepuluh hari dan mungkin mendapatkan booster vaksin untuk memastikan kucing belum terinfeksi.

Menangani Kucing Terindikasi Rabies

Penting untuk diingat tanda-tanda rabies pada kucing diatas. Tidak ada obat untuk rabies jika sudah masuk.

Kurang dari sepuluh orang yang pernah selamat setelah paparan tanpa mendapatkan vaksin rabies sebelum gejala masuk.

Jika kucing kamu terlihat memiliki gejala, hati-hati berinteraksi dengannya.

Seekor kucing pada fase pertama penyakit ini dapat berubah dari jinak menjadi berbahaya dengan cepat, dan hanya satu gigitan dari kucing yang terinfeksi dapat menginfeksi kamu.

Jika curiga kucing kamu mungkin telah digigit oleh hewan yang rabies, bawa dokter hewan sesegera mungkin untuk memulai proses karantina.

Follow dan like kami di :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *